
Rabu, 01 April 2015
SIKLUS RANKINE
Siklus Rankine merupakan siklus
tenaga uap paling sederhana yang merupakan modifikasi dari siklus Carnot, di
mana proses pemanasan dan pendinginan pada siklus ini terjadi pada tekanan yang
tetap. Siklus Rankine ideal digambarkan sebagai berikut (Li dan Triddy, 1985) :

Gambar 1. Siklus rankine.
Siklus Rankine ideal tidak
melibatkan irreversibel internal dan terdiri dari 4 tahapan proses yang
diterangkan sebagai berikut :
1-2 : Merupakan proses kompresi
isentropik dalam kompressor, kondisi 1 adalah udara atmosfer. Temperatur udara
hasil kompresi T2 dapat diketahui dari persamaan :

rp = rasio tekanan
γ = Perbandingan panas spesifik
pada tekanan konstan dan panas spesifik pada volume konstan,
untuk udara
Proses penambahan panas pada
tekanan konstan dalam ruang bakar. Panas yang ditambahkan dalam ruang bakar
adalah

Proses ekspansi isentropik dalam
turbin. Temperatur gas keluaran dihitung melalui persamaan :

Merupakan proses pelepasan kalor
(heat rejection) ke lingkungan pada tekanan konstan. Hal ini dapat dihitung
melalui persamaan

Berikut adalah lay-out fisik dari
siklus Rankine ::

Gambar 2. Lay out khusus Siklus
Rankine. Air masuk pompa pada kondisi 1 sebagai cairan jenuh dan dikompresi
sampai tekanan operasi boiler. Temperatur air akan meningkat selama kompresi
isentropik melalui sedikit pengurangan dari volume spesifik air. Jarak vertikal
antara 1 – 2 pada diagram T – s diatas biasanya dilebihkan untuk menjaga agar
proses lebih aman. Air memasuki boiler sebagai cairan terkompresi pada kondisi
2 dan akan menjadi uap superheated pada kondisi 3. Dimana panas diberikan oleh
boiler ke air pada temperatur yang tetap. Boiler dan seluruh bagian yang menghasilkan
uap ini disebut sebagai generator uap. Uap superheated pada kondisi 3 kemudian
akan memasuki turbin untuk diekspansi secara isentropik dan akan menghasilkan
kerja untuk memutar shaft yang terhubung dengan generator listrik sehingga
dihasilkanlah listrik. P dan T dari uap akan turun selama proses ini menuju
keadaan 4 dimana uap akan masuk kondensor dan biasanya sudah berupa uap jenuh.
Uap ini akan dicairkan pada P konstan didalam kondensor dan akan meninggalkan
kondensor sebagai cairan jenuh yang akan masuk pompa untuk melengkapi siklus
ini. Sehingga data dibawah kurva proses pada diagram T – s menunjukkan transfer
panas untuk proses reversibel internal. Area dibawah kurva proses 2 – 3
menunjukkan panas yang ditransfer ke boiler, dan area dibawah kurva proses 4 –
1 menunjukkan panas yang dilepaskan di kondensor. Perbedaan dari kedua aliran
ini adalah kerja netto yang dihasilkan selama siklus.
TEKNIK RADIASI
Radiasi adalah tenaga dalam bentuk
sinar atau partikel yang dipancarkan dari zat radioaktif. Radiasi sinar Gama
atau Partikel Elektron dapat digunakan untuk mensterilkan benda tertentu karena
energi radiasi yang tinggi dapat membunuh mikroba seperti bakteri, jamur
(kapang), atau virus. Benda-benda yang perlu disterilkan misalnya alat-alat
kedokteran, obat-obatkan, kosmetik, bahan pangan, jaringan biologi, kondom dan
lain-lain. Dosis radiasi yang digunakan dalam proses sterilisasi akan
tergantung kepada jenis bahan yang disterilkan, jenis mikroba, dan tingkat
populasi mikroba. Keunggulan teknik sterilisasi dengan radiasi di
antaranya:
• Tidak merusak bahan yang
disterilkan
• Lebih efektif karena dapat
mencapai 100% steril pada dosis tinggi
• Dapat mesterilkan bahan
dalam jumlah banyak untuk sekali proses radiasi
• Ramah lingkungan karena
tidak menghasilkan limbah Radiasi pengion dapat dimanfaatkan Radiasi pengion
dapat dimanfaatkan untuk berbagai tujuan/kepentingan antara lain untuk
menghambat pertunasan, menunda pematangan, disinfestasi serangga/hama gudang,
dekontaminasi bakteri patogen dan mensterilkan produk dari segala bentuk
cemaran mikroba. Kondisi iradiasi (dosimeter, dosis lingkungan/suhu); bahan
pengemas; kondisi penyimpanan (suhu dan kelembaban ruang) sangat berpengaruh
pada kualitas produk pangan iradiasi sehingga tetap aman, berkualitas dan tahan
lama. Pengawetan bahan makanan dapat dilakukan dengan cara iradiasi, radiasi
yang dipaparkan pada bahan makanan tersebut akan membunuh mikroorganisme pembusuk
sehingga pembusukan makanan dapat diperlambat. Tanggal 29 Desember 1987
Departemen Kesehatan RI telah memberikan izin PERMENKES No. :
826/MENKES/PER/XII/1987 untuk beberapa jenis produk bahan pangan iradiasi dan
telah diperbaharuhi pada tahun 1995 yaitu PERMENKES No. : 152/MENKES/SK/II/1995
untuk dosis maksimum 10 kGy). Adapun JECFI (Joint Expert Committee on Food
Irradiation) pada tahun 1980 telah merekomendasi bahwa dosis sampai 10 kGy aman
untuk dikonsumsi. Jenis komoditas bahan pangan segar dan olahan yang telah dan
sedang diteliti di BATAN: 1. Makanan siap saji steril: Pepes Ikan mas, pepes
ayam, kare ayam, semur ayam, rendang, daging sapi, empal daging sapi, semur
daging sapi. 2. Makanan olahan/makanan ringan: dodol, bakpia. 3. Buah dan Sayuran:
mangga, pepaya, tomat apel, pisang ambon, brokolli, asparagu.
alat penukar kalor
Alat penukar panas (heat exchanger)
adalah suatu alat yang digunakan untuk memindahkan panas antara dua buah fluida
atau lebih yang memiliki perbedaan temperature yaitu fluida yang bertemperatur
tinggi kefluida yang bertemperatur rendah. Perpindahan panas teesebut baik
secara langsung maupun secara tidak langsung. Pada kebanyakan sistem kedua
fluida ini tidak mengalami kontak langsung. Kontak langsung alat penukar kalor
terjadi sebagai contoh pada gas kalor yang terfluidisasi dalam cairan dingin
untuk meningkatkan temperatur cairan atau mendinginkan gas. Alat penukar panas
banyak digunakan pada berbagai instalasi industri, antara lain pada : boiler,
kondensor, cooler, cooling tower. Sedangkan pada kendaraan kita dapat menjumpai
radiator yang fungsinya pada dasarnya adalah sebagai alat penukar panas. Tujuan
perpindahan panas tersebut di dalam proses industri diantaranya adalah :
a) Memanaskan atau mendinginkan
fluida hingga mencapai temperature tertentu yang dapat memenuhi persyaratan
untuk proses selanjutnya, seperti pemanasan reaktan atau pendinginan produk dan
lain-lain.
b) Mengubah keadaan (fase)
fluida : destilasi, evaporasi, kondensassi dan lain-lain. Proses perpindahan
panas tersebut dapat terjadi secara langsung maupun tidak langsung. Maksudnya
adalah :
1) Pada alat penukar kalor
yang langsung, fluida yang panas akan bercampur secara langsung dengan fluida
dingin (tanpa adanya pemisah) dalam suatu bejana atau ruangan tertentu.
Contohnya adalah clinker cooler dimana antara clinker yang panas dengan udara
pendingin berkontak langsung. Contoh yang lain adalah cooling tower untuk
mendinginkan air pendingin kondenser pada instalasi mesin pendingin sentral
atau PLTU, dimana antara air hangat yang didinginkan oleh udara sekitar saling
berkontak seperti layaknya air mancur.
2) Pada alat penukar kalor
yang tidak langsung, fluida panas tidak berhubungan langsung dengan fluida
dingin. Jadi proses perpindahan panas itu mempunyai media perantara, seperti
pipa, pelat atau peralatan jenis lainnnya. Untuk meningkatkan efektivitas
pertukaran energi, biasanya bahan permukaan pemisah dipilih dari bahan-bahan
yang memiliki konduktivitas termal yang tinggi seperti tembaga dan aluminium.
Contoh dari penukar kalor seperti ini sering kita jumpai antara lain radiator
mobil, evaporator AC. Pertukaran panas secara tidak langsung terdapat dalam
beberapa tipe dari penukar kalor diantaranya tipe plat, shell and tube, spiral
dll. Pada kebanyakan kasus penukar kalor tipe plat mempunyai efektivitas
perpindahan panas yang lebih bagus. Klasifikasi Alat Penukar Kalor Adapun
klasifikasi dari alat penukar kalor dapat dibagi dalam beberapa kelompok yaitu
: - Berdsarkan konstruksinya
1) Tabung (tubular)
2) Plate-Type
3) Extended Surface
4) Regenerative
- Berdasarkan pengaturan aliran
1) Single Pass
2) Multi Pass
- Berdasarkan jenis aliran
1) Aliran Berlawanan Arah (Counter
Flow)
2) Alira Sejajar (Parallel Flow)
3) Aliran Silang (Cross Flow)
4) Aliran Terpisah (Split Flow)
5) Aliran Bercabang (Divide Flow)
- Berdasarkan banyaknya
laluan :
1) Seluruh Cross-counter flow
2) Seluruh cross-parallel flow
3) Parallel counter flow
- Berdasarkan mekanisme perpindahan
panas
1) Konveksi satu fasa (dengan
konveksi paksa atau alamiah)
2) Konveksi dua fasa (dengan
konveksi paksa atau alamiah)
3) Kombinasi perpindahan
panas
- Berdasarkan fungsinya dapat
digolongkan pada beberapa nama:
1) Exchanger: Memanfaatkan
perpindahan kalor diantara dua fluida proses (steam dan air pendingin tidak
termasuk sebagai fluida proses, tetapi merupakan utilitas).
2). Heater: Berfungsi memanaskan
fluida proses, dan sebagai bahan pemanas alat ini menggunakan steam.
3) Cooler: Berfungsi
mendinginkan fluida proses, dan sebagai bahan pendingin digunakan air.
4) Condenser: Berfungsi untuk
mengembunkan uap atau menyerap kalor laten penguapan
5) Boiler : Berfungsi untuk
membangkitkan uap.
6) Reboiler : Berfungsi
sebagai pensuplai kalor yang diperlukan bottom produk pada distilasi. Steam
biasanya digunakan sebagai media pemanas.
7) Evaporator: Berfungsi memekatkan
suatu larutan dengan cara menguapkan airnya. 8) Vaporizer: Berfungsi memekatkan
cairan selain dari air.
Adapun bentuk dari alat
penukar kalor pada industri antara lain :
1. Alat Penukar Kalor Shell dan
Tube
2. Alat Penukar Kalor Coil dan Box
3. Alat Penukar Kalor Double dan
Pipe
4. Alat Penukar Kalor type Plate
SIKLUS KERJA KOMPRESOR
SIKLUS KERJA KOMPRESOR
Apabila gas refrigerant diisap
masuk dan dikompresikan didalam silinder kompresor mesin refrigerasi, perubahan
tekanan gas refrigerant terjadi sesuai dengan perubahan volume yang diakibatkan
oleh gerak torak didalam silinder tersebut.
Gambar dibawah ini menunjukkan perubahan tekanan gas didalam silinder selama langkah uap dan langkah kompresi.
Gambar dibawah ini menunjukkan perubahan tekanan gas didalam silinder selama langkah uap dan langkah kompresi.
Langkah Isap
Pada waktu torak berda pada titik
mati atas ( titik A) katup buang dan katup isap ada dalam keadaan menutup.
Kemudian, pada waktu torak mulai bergerak dari TMA ke TMB katup isap akan
membuka.
Selama gerakan torak dariTMA ke
titik B, gas yang ada dalam silinder akan berexpansi, tetapi gas sebenarnya
baru terisap masuk kedalam silinder. Setelah tekanan dalam silinder tersebut
turun mencapai tekanan penguapan. Oleh karena itu, selama gerakan torak dari
titik A ke titik B, tidak terjadi pengisapan (langkah bebas/idle stroke).
Maka baru setelah torak mencapai
titik B dan meneruskan gerakanya menuju TMB (titik C), gas refrigerant mulai
diisap masuk kedalam silinder. Pada waktu torak berada di TMB katup isap
menutup dan proses pengisapan gas refrigerant selesai.
Langkah Kompresi
Pada waktu torak berada pada di TMB
(titik C), baik katup isap maupun katup buang ada dalam keadaan menutup.
Selanjutnya, selama gerakan total
dari TMB ke titik D, gas didalam silinder mengalami proses kompresi sehimgga
tekanan gas akan naik secara berangsur-angsur.
Apabila telah dicapai tekanan buang
(pengeluaran ), pada titik d, katup buang ,mulai membuka sehingga gas akan
keluar dari dalam silinder.
Selama gerakan total dari titik D
ke TMA (titik A), pengeluaran gas refrigerant berlangsung pada tekanan konstan.
Proses kompresi selesai pada waktu berada di TMA.
Seperti diterangkan diatas, selama
langkah hisap terdapat langkah bebas (idle stroke) sehingga jumlah gas yang
terisap berkurang. Dengan demikian, efisiensi volumenya akan turun. Oleh karena
itu, hendaknya diusahakan agar panjang langkah bebas dapat dibuat
sependek-pendeknya sehingga pengisapan gas masuk kompresor dapat dimulai seawal
mungkin.
Gambar. Siklus kompresi
Persamaan efisiensi kompresi kompresor:
Makin tinggi kecepatan putar kompresor makin rendah efisiensi kompresi. Oleh karena itu, konstruksi katup harus disesuaikan dengan kondisi operasnya, supaya dapat diperoleh efisiensi kompresi yang tinggi.
Gambar. Siklus kompresi
Persamaan efisiensi kompresi kompresor:
Makin tinggi kecepatan putar kompresor makin rendah efisiensi kompresi. Oleh karena itu, konstruksi katup harus disesuaikan dengan kondisi operasnya, supaya dapat diperoleh efisiensi kompresi yang tinggi.
Apa itu kompresor ??
KOMPRESOR
PENGERTIAN KOMPRESOR
Diketahui kompresor adalah alat
yang berfungsi untuk penghasil dan penyimpan udara bertekanan. jenis kompresor
ini dapat dibagi dalam dua jenis, yaitu kompresor positif dan kompresor
nonpositif. Kompresor positif itu dimana gas diisap masuk kedalam silinder dan
dikompresikan., dan untuk kompresor non positif itu dimana gas yang diisap
masuk dipercepat aliranya oleh sebuah impeller yang kemudian mengubah energi
kinetic untuk menaikkan tekanan.
Perlu diketahui bahwa dalam kerja kompresor banyak dipengaruhi oleh beberapa penunjang, antara lain tentang:
ü Thermodinamika
ü Perpindahan
panas
ü pendingin
Sebelum memahami beberapa penunjang
tersebut, terlebih dahulu harus mengetahui tentang arti dari kompresor.
Menurut metode kompresi, kompresor
dapat digolongkan menjadi dua, yaitu:
·
metode kompresi positif
·
kompresor torak, bolak-balik
·
kompresi torak tingkat ganda, bolak-balik
·
kompresor putar
·
kompresor sekrup
·
metode kompresi sentrifugal
·
konmpresor centrifugal satu tingkat
·
kompresor sentrifugal tingkat ganda
Menurut penggolongan bentuk
kompresor ada tiga jenis kompresor, yaitu:
Ø jenis
vertical
Ø jenis
horizontal
Ø jenis
silinder banyak (jenis –V, jenis –W, dan jenis –VV)
Menurut penggolongan kecepatan
putar, yaitu:
v jenis
kecepatan rendah
v jenis
kecepatan tinggi
Menurut penggolongan gas
refrigerant, yaitu:
o kompresor
ammonia
o kompresor
gas Freon
o kompresor
CO2
Menurut penggolongan konstruksi,
yaitu:
§ jenis
terbuka
§ jenis
hermatik
§ jenis semi
hermatik
